How to Build a Team?

 

“Team”, kadang jadi sakit dengernya kalau ingat sampai sekarang belum juga dapat teman seperjuangan dalam menerjang dunia IT. Temen sih banyak, tapi ketika dicoba buat working together, nope. Jadi hopeless, pasalnya mau gerak sendiri pun terbatas pengetahuan dan pengalaman. Dari sini saya coba korek sendiri benih-benih jamur yang ada dalam jiwa dan raga ini. Seperti kata orang tua, coba kita salahkan diri sendiri dahulu, kalo sudah baru salahin orang lain :D.

Awal mula, kepikiran buat ngumpul bareng beberapa teman satu prodi (ngekos bareng). Tujuan awalnya, mungkin someday terbentuk team solid untuk membangun sebuah usaha kecil-kecilan bersama. Setahun berjalan, bisa dibilang yang expert makin expert yang bocah baru malah tambah kaya bocah baru. Nah explore lah saya satu-satu, semua saya cobain. Dan kenyataannya belum ada yang klop. Dari sini saya udah mulai minder, jangan-jangan ada yang salah dengan diri saya? kok bisa dari sekian orang tak ada satupun?

Setelah ritual merenung, akhirnya beberapa alasan mulai saya temukan. Yang jelas alasan-alasan ini berasal dari jiwa-raga saya. Mulai dari kemampuan komunkasi yang kurang, kurangnya jiwa leadership, skill yang cuma kulit luar aja sampai ke urusan gorengan, kenapa gorengan? sepele sih, tapi kalau gak ada mana mau pada ngumpul buat problem solving. Nah kalau ngumpulnya aja ogah-ogahan gimana melangkah ke tatanan penyelesaian masalah?

Belajar, iya, saya lagi belajar lagi. Bukan hanya mengasah skill terkait bidang yang saya tekuni, tapi mengasah skill lain yang tidak kalah penting, “komunikasi (pengendalian manusia)”. Ngomongin team emang gak bisa lepas dari yang namanya leader, team gak ada leader udah kayak negara gak ada perisdennya, gerbong kereta gak ada kepalanya, gak bisa jalan. Leader  dalam sebuah team berperan sangat penting, selain memimpin semua anggota, seorang leader harus mampu membimbing teamnya sampai ke tujuan umum (visi & misi) yang telah disepakati di awal pembentukan tim. Problem pertama yang saya temui pada diri saya adalah tidak adanya jiwa leadership ( -_-). Yah harap harap cemas ada yang mampu menambal, bisanya dari golongan expert, dan tentu sudah saya perdiksi, rupanya gak ada :’). Alhasil kerja rodi sampai hari ini.

Selain leadership  ada hal lain yang mengganggu jiwa raga saya, itu adalah ketidak-terbukaan saya sendiri terhadap teman-teman, Uring-uringan ini juga yang membuat kita gak maju. Stuck  di tempat karena termakan perasaan saling curiga.

Nah yang ketiga, bisa dibilang teknis sekali, pasalnya kemampuan ini emang diperlajari sendiri, yaitu skill IT saya yang masih kulitnya aja. Hal ini membuat problem-problem di atas menjadi semakin lengkap. Buntu, yap kata yang pas untuk menggambarkan hal ini.

Terakhir gorengan, seperti yang disebutkan di awal tadi, gorengan berfungsi mengumpulkan kita semua dan memediasi kita untuk melakukan problem solving. Nah kemampuan macam ini pun gak saya temukan di dalam jiwa raga ini. 😀 yah tapi mau bagaimana lagi, yang penting saya belajar, walapun pelan-pelan semoga jamur-jamur ini dapat berubah menjadi bibit-bibit unggul.

Sekian curhatan saya, semoga menginspirasi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s